January 27, 2010

Aku Cinta Bekasi, Sebuah Realita Masyarakat Kota Bekasi

Akhir tahun 2009, tepatnya bulan November 2009 Komunitas Blogger Bekasi (BeBlog) mengadakan Lomba Penulisan Artikel ”Aku Cinta Bekasi”. Awalnya sih saya tidak begitu tertarik untuk mengikuti lomba, tetapi pada bulan Desember 2009 saya mulai tertarik dikarenakan komunitas ini banyak memberikan semangat dan rangsangan agar para anggotanya menulis Tentang Bekasi. Nah, pada bulan itulah saya mulai merancang ide dan konsep apa yang akan saya tulis untuk Kota Bekasi ini.
Artikel yang saya tulis ini merupakan artikel yang kedua saya tentang Kota Bekasi. Artikel Bekasi yang pertama saya adalah ”Supporter Laskar Patriot Bekasi”.
Anda pasti bertanya ”Apa maksud dari judul artikel ini ?”. Sengaja saya menulis judul artikel ini, karena saya ingin mengetahui dan meneliti secara sederhana sebuah realita masyarakat Kota Bekasi atas kecintaan dan kepedulian terhadap daerahnya. Tetapi kenapa harus daerah Kota Bekasi yang menjadi obyek penelitiannya? Karena saya merupakan masyarakat Kota Bekasi, jadi saya merasa perlu untuk meneliti daerah tempat tinggal saya.

”Kota Bekasi, merupakan kota besar kelima yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Bekasi merupakan salah satu kota penyangga di wilayah megapolitan Jabotabek selain Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, Depok, dan Cikarang; serta menjadi tempat tinggal para komuter yang bekerja di Jakarta. Oleh karena itu, ekonomi Kota Bekasi sangat berhubungan erat dengan kota-kota di wilayah Jabotabek. Kota Bekasi terdiri atas 12 kecamatan, yang dibagi lagi atas 56 kelurahan.”

Dalam menulis artikel ini, saya mencoba membuat Quesioner sederhana berjudul Quesioner ”Aku Cinta Bekasi” hal ini saya gunakan untuk mendapatkan jawaban dari realita masyarakat Kota Bekasi. Responden yang saya beri Quesioner berjumlah 20 responden, yang terdiri dari 10 Responden Laki-Laki dan 10 Responden Perempuan dengan kriteria berusia 20-50 tahun, berdomisili di daerah Kota Bekasi dan memiliki pekerjaan yang beragam. Tempat dan Tanggal Pelaksanaan Quesioner adalah Gelanggang Olahraga Bekasi (GOR Bekasi) pada minggu pagi tanggal 27 Desember 2009. Alasan GOR Bekasi, sebagai tempat penelitian saya adalah pertama, karena di Gelanggang Olahraga Bekasi inilah tempat berkumpulnya semua aktivitas warga Kota Bekasi dalam mengisi minggu paginya dari sekedar berolahraga ataupun cuci mata melihat dagangan yang ditawarkan oleh para pedagang musiman setiap akhir pekan. Kedua, Karena warga yang berkunjung di GOR Bekasi terdiri dari berbagai kalangan dan berbagai umur, maka tempat inilah saya jadikan tempat mencari dan mengumpulkan data dari penelitian saya kali ini, yang nantinya akan saya jadikan sebuah artikel yang menceritakan sebuah realita masyarakat Kota Bekasi terhadap kepedulian dan kecintaan pada Kota Bekasi. Memang kalau kita lihat secara penelitian sesungguhnya, penelitian ini jauh dari penelitian sesungguhnya. Maklumlah saya juga masih belajar, akan tetapi dari penelitian sederhana ini kita dapat melihat bahwa hasil penelitian ini merupakan realita yang terjadi di masyarakat Kota Bekasi sesungguhnya.
Adapun Daftar Pertanyaan yang Saya berikan, cukup mudah untuk mereka mengisinya, karena hampir semua pertanyaan yang saya berikan merupakan pertanyaan tentang keanekaragaman Kota Bekasi, antara lain : pengetahuan tentang Kota Bekasi, Sejarah Kota Bekasi, seberapa besar warga mengenal Pemimpin Kota Bekasi, aspek wisata, aspek fasilitas publik, dan potensi Kota Bekasi.
Dalam penulisan artikel ini tidak ada satupun jawaban mereka yang sengaja saya ada-adakan ataupun paksaan dari pihak lain, jadi dalam artikel ini benar-benar murni dari jawaban sebagian masyarakat Kota Bekasi. Sehingga hasil dari penelitian ini murni jawaban realita masyarakat yang ada di Kota Bekasi.

Aspek pengetahuan, sejarah, dan ciri khas Kota Bekasi
Dari segi pengetahuan mereka terhadap Kota Bekasi, menurut pandangan mereka Bekasi adalah Kota yang sangat panas, macet, dan tempat kaum urban atau komuter tinggal; Kota yang berbasis jasa dan perdagangan; Kota tempat penampungan dan pembuangan sampah; Kota yang berkembang akan pembangunan dan wisata hiburan; Kota yang ramai penduduknya dan luas daerahnya; Kota yang terkenal dengan Koasinya.

Dari segi sejarah Kota Bekasi, 65% responden menjawab mereka tidak mengetahui tentang sejarah Kota Bekasi. Sedangkan 35% responden yang mengetahui sejarah Kota Bekasi menjawab bahwa mereka hanya sekedar mengetahui seorang tokoh pejuang, yakni KH Noer Ali sebagai pahlawan lokal Kota Bekasi yang dahulu telah mengharumkan nama baik Kota ini dan dia juga telah mendirikan dan inspirasikan sebuah lembaga pendidikan dasar hingga menengah kejuruan untuk memajukan pendidikan di kota ini. Sehingga Kota Bekasi disebut Kota Patriot, yakni Kota yang dahulunya banyak pejuang lokal yang bersembunyi dari para penjajah dan berjuang demi mempertahankan daerahnya. Selain seorang tokoh dan Kota Patriot, ada juga responden yang menjawab sejarah Kota Bekasi adalah ”pembongkaran patung lele yang dibakar oleh Masyarakat Bekasi itu sendiri”. Pernyataan tersebut membuat pertanyaan bagi masyarakat kota ini sendiri.

Aspek ciri khas yang melekat pada masyarakat Kota Bekasi adalah bahwa kota ini terkenal akan berbagai ciri khas antara lain:
1. Makanan khasnya
Mereka menjawab ciri khas Kota Bekasi adalah makanan khasnya, yaitu dodol bekasi dan sayur gabus pucung. Makanan khas ini banyak kita jumpai di daerah utara bekasi dan kranji. Jadi sangatlah disayangkan jika kita telah lama tinggal di Bekasi, tetapi kita belum pernah mencicipi makanan khas Kota Bekasi.
2. Angkutan umumnya (KOASI)
Masyarakat kota ini menyebut angkutan umum Kota Bekasi adalah KOASI. Padahal KOASI itu sendiri singkatan dari Koperasi Angkutan Bekasi yakni angkutan umum yang berwarna orange kemerah-merahan yang melayani jasa angkutan masyarakat dari Terminal Bekasi ke tempat rute tujuannya masing-masing.
3. Bahasa dan Budaya
Bekasi merupakan salah satu bagian dari suku betawi, karena suku betawi itu sendiri tersebar di JADETABEK (jakarta, depok, tangerang, bekasi). Sehingga masih banyak kita jumpai masyarakat Kota Bekasi yang masih melestarikan dan mampu menguasai budaya dan bahasa betawi. Bahasa dan Budaya Bekasi sendiri merupakan percampuran suku betawi dengan kaum pendatang, sehingga Bahasa Bekasi bisa disebut dengan bahasa betawi campuran.
4. Patung Lele dan Kecapi
Patung Lele dan Kecapi kita dahulu mengetahui bahwa Kota ini memiliki sebuah ciri khas yang melekat di masyarakat Kota Bekasi, namun sayang ciri khas ini telah dirubah dengan sebuah tugu jam. Sehingga banyak orang yang tidak mengetahui lambang dari Kota Bekasi sendiri. Dan banyak pula masyarakat Kota Bekasi dan Luar Kota Bekasi yang menjadikan patung ini sebagai patokan petunjuk arah.
5. Kota yang terkenal akan macet, panas, dan banjir
Kita semua pasti merasakan kemacetan dan panas di kota ini, maklumlah masyarakat kota ini memiliki penduduk 2 juta jiwa dan hampir setiap warganya memiliki kendaraan bermotor. Kemacetan dan panas mungkin terjadi di kota ini disebabkan oleh masih kurangnya penghijauan yang ada dan lebarnya bahu jalan di kota ini. Namun, kita perlu mengacungi jempol kepada Pemerintah Kota Bekasi yang sudah mulai peduli dan tanggap akan keluhan warganya. Pemerintah kota ini sudah mulai menggalakan penghijauan dan sudah mulai melebarkan bahu jalan di kota ini. namun di sisi lain masih ada daerah yang terkena imbas banjir karena disebabkan oleh kesalahan masyarakat kota ini yang kurang peduli akan lingkungannya. Jadi siapakah yang harus dipersalahkan dalam masalah banjir? pemerintah-kah ataupun masyarakat-kah.
6. Mall Metropolitan
Beberapa responden menjawab bahwa ciri khas kota ini adalah Mall Metropolitan, alasannya karena pusat perbelanjaan ini merupakan sebuah ciri khas yang diketahui oleh masyarakat luar bekasi dan menjadi patokan kalau mau berkunjung ke wilayah Kota Bekasi. Hal ini tak dapat dipungkiri, karena pusat perbelanjaan ini berada di area strategis yakni di samping gerbang Tol Bekasi Barat dan Jalan KH Noer Ali yang merupakan lalu lintas keluar masuknya masyarakat kota bekasi dan luar bekasi.

Aspek seberapa besar warga mengenal pemimpin Kota Bekasi
Mungkin bagi mereka yang sering berkecimpung dan aktif di beberapa kelompok, komunitas, dan kegiatan di Kota Bekasi pasti mengetahui siapa nama orang nomor 1 dan nomor 2 di Kota Bekasi. Tetapi dalam penelitian saya ini, ternyata sekitar 60% responden mereka menjawab ”hanya mengetahui sosok orang nomor satunya saja, yaitu sosok bang M2 (mukhtar muhammad)” dan 30% responden menjawab mengetahui kedua pemimpin Kota Bekasi. Mereka mengenal bang M2 hanya dari beberapa media publikasi (media cetak, media online, media elektronik, dan beberapa iklan dan spanduk) saja, contohnya dari sebuah iklan masyarakat Anti Narkoba yang dikumandangkan oleh BNK Bekasi, Yang tidak lain ketuanya adalah bang M2 sendiri.
Saya sungguh heran kenapa masyarakat Kota Bekasi masih ada yang tidak mengenal bang Pepen (Rahmat Effendy), sebagai Wakil Walikota Bekasi. Padahal sosok Bang Pepen, kalau menurut saya juga merupakan sosok yang terkenal di kalangan masyarakat Kota Bekasi. Karena beliau merupakan seorang sosok organisatoris yang sering berkecimpung di berbagai organisasi masyarakat bekasi.
Yang menjadi pertanyaan bagi saya, ”apakah mereka tidak peduli dengan pemimpin kotanya sendiri?”. semoga saja masyarakat Kota Bekasi hanya lupa namanya saja tetapi mereka mengetahui sosok kepemimpinannya. Sehingga mereka dapat mengetahui dan menilai hasil dari kinerja kepemimpinan kedua pemimpin kota ini.

Aspek Wisata Kota Bekasi
Aspek-aspek yang saya tuju dalam wisata Kota Bekasi adalah wisata kuliner, wisata belanja, wisata keluarga, wisata sejarah dan budaya. Dalam aspek ini kita dapat mengetahui potensi wisata apa saja yang dimiliki dan mungkin dapat dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bekasi dan pihak pengembang usaha wisata.
1. Tempat Wisata Favorit masyarakat Kota Bekasi
25% responden / 5 orang menjawab, tempat favorit mereka adalah Gelanggang Olahraga (GOR) Bekasi. Urutan selanjutnya adalah Mall Metropolitan, Giant, dan Alun-Alun dengan suara masing-masing 10%. Alasan GOR sebagai favorit mereka adalah karena di GOR-lah mereka dapat berwisata belanja, wisata kuliner, dan berolahraga pagi di akhir pekan. Sehingga di GOR-lah menjadi pilihan favorit masyarakat kota ini dalam berwisata.
2. Tempat Wisata Kuliner masyarakat Kota Bekasi
Hampir semua jawaban responden yang berhubungan dengan tempat wisata kuliner yang disukai di Kota Bekasi sangat beragam, sehingga saya sendiri mengalami kesusahan dalam menganalisisnya mulai dari tempat masakan khas Kota Bekasi, masakan tradisional Indonesia, hingga masakan fast food yang ada di Kota Bekasi.
Saya sendiri sebagai masyarakat Kota Bekasi yang telah menetap di kota ini selama 22 tahun, merasa kurang gaul karena kekurangan info wisata kuliner tentang keberadaan masakan yang enak, sedap dan menggugah cita rasa ini. Dari hasil quesioner ini ternyata tempat favorit kuliner mereka adalah Rumah Makan Sayur Gabus Pucung di Kranji, Soto Mie Alun-Alun, Rumah Makan Cibiuk, Dunia Seafood (dekat hotel bunga karang), Ayam Kalasan, Food Center BCP, Marakash dan berbagai masakan pinggir jalan yang ada di Kota Bekasi.
3. Tempat Wisata Belanja masyarakat Kota Bekasi
55% dan 35% Reponden menjawab Giant dan Metropolitan Mall. Menurut Mereka, alasannya adalah pertama, karena kedua tempat wisata belanja inilah yang menjadi favorit mereka dalam belanja kebutuhan pribadi sampai kebutuhan rumah tangga pada akhir pekan atau libur nasional. Kedua, karena tempat wisata belanja ini berada di tempat strategis Kota Bekasi yaitu jalan utama / protokol Kota Bekasi. Ketiga, mereka beralasan karena barang yang dijual di kedua tempat ini cukup branded.
Mall sekarang ini dipandang oleh masyarakat modern sebagai pusat perbelanjaan modern, sarana hiburan keluarga, dan tempat kuliner yang modern. Hampir di dalamnya terpampang deretan simbol-simbol modernism, mulai dari gaya hidup hingga kebutuhan sehari-hari individu masyarakat modern. Masyarakat yang berkunjung ke Mall dapat dipastikan seolah-olah memasuki dunia baru penuh dengan imaji modernitas. Banyak yang melukiskan bahwa mall sebagai surga bagi kon¬sumerisme (a temple of consumerism). Mall tidak hanya merupakan tempat dimana pengunjung bebas memilih dan juga merupakan pusat ekonomi, melainkan secara aktif membentuk imaji mengenai kehidupan yang sesungguhnya, dan imaji itu disebut konsumerisme.
Ada banyak alasan masyarakat modern seperti masyarakat Kota Bekasi lebih memilih berbelanja ke mall ketimbang di pasar tradisional. Hampir disetiap Mall yang selalu kita jumpai pengelola melengkapi aneka ragam fasilitas yang dapat memberikan kenyamanan dan membuat pengunjung betah untuk berlama-lama berada di mall ketimbang di pasar tradisional yang terlihat kumuh dan becek. Hal ini karena mungkin kurang diperhatikan oleh pemerintah hingga para pengelola pasar tidak dapat memberikan fasilitas seperti pasar modern. Selain itu, Perubahan pola hidup dari masyarakat pun telah memberikan kontribusi dalam membuat keberadaan pasar tradisional semakin terjepit. Gaya hidup modern inilah yang dilekatkan pada mall sehingga membuat masyarakat beralih belanja di mall.

Walaupun Pasar Modern menjadi pilihan favorit wisata belanja masyarakat Kota Bekasi, ternyata Pasar Tradisional pun tidak kalah di pilih oleh 20% responden masyarakat Bekasi. Mereka beralasan karena belanja di pasar tradisional tidak kalah murahnya dengan belanja di pasar modern seperti mall dan hypermarket yang berdiri kokoh di pusat kota ini. Selain itu mereka pun beralasan jika berbelanja di pasar tradisional pakaian dan dandanan yang digunakan tidak harus rapi dan cantik, mereka cukup berdandan dan mengenakan pakaian yang santai dan casual saja.
Tetapi kita patut bangga pada pemerintah kota ini, karena mereka sudah mulai memperhatikan terhadap pasar tradisional yang ada di kota ini. Hal ini telah nampak terlihat pada beberapa pasar yang telah di renovasi oleh pemerintah kota dan pengelola pasar tersebut. Salah satunya seperti yang terlihat pada Pasar Baru Bekasi dan Pasar Teluk Buyung.
4. Tempat Wisata Keluarga atau Hiburan masyarakat Kota Bekasi
4 Orang / 20% responden menjawab bahwa tempat wisata favorit keluarga adalah Mall Metropolitan (MM) Bekasi. Alasan mereka karena tempat ini ramai pengunjung, banyak pilihan wisata keluarga dan hiburan yang diberikan oleh pengelola mall. Tetapi ada hal yang sangat mengecewakan bahwa 45% responden tidak menjawab, karena menurut mereka tidak ada wisata keluarga dan hiburan di kota ini yang benar-benar dapat menghilangkan kepenatan dan berbagi kebersamaan dengan keluarga. Bahkan yang ada hanyalah wisata keluarga atau hiburan yang selalu dipadati oleh masyarakat bekasi yang lebih condong ke arah konsumerisme.
Hal ini tidak dipungkiri oleh sebagian masyarakat dan keluarga di kota ini yang lebih suka berwisata keluar kota bekasi, sebagai pilihan favorit wisata keluarga.
5. Tempat-tempat Wisata Kota Bekasi menurut intensitas kunjungan masyarakat Kota Bekasi
Karena jawaban mereka sangat beragam terhadap intensitas kunjungan wisata di Kota Bekasi. Maka saya hanya mengurutkan 5 besar tempat wisata yang intensitas kunjungannya banyak dipilih oleh responden. Tidak heran urutan 3 besar tempat wisata menurut skala intensitas kunjungan masyarakat kota ini ditempati oleh raksasa wisata belanja dan hiburan Kota Bekasi, yakni: Mall Metropolitan, Bekasi Mega Hypermarket (Giant), dan Bekasi Cyber Park (BCP). Tetapi tidak kalah banyaknya pula responden yang menulis bahwa intensitas kunjungannya adalah menempati Gelanggang Olahraga (GOR) Bekasi, Waterboom dan Gedung Juang Bekasi, sebagai tempat wisata yang intensitas kunjungannya menjadi urutan lima besar pilihannya.
Selain tempat wisata yang telah disebutkan di atas, ternyata tempat wisata di kota ini sangat beragam. Sampai-sampai saya kagum dan merasa ingin mencoba mengunjungi objek wisata yang ada di kota ini. Objek wisata yang disebutkan oleh responden, antara lain: Sport Center Kemang, Sport Center Harapan Indah, Kolam Renang Taman Kota, Alun-Alun Bekasi, Marakash Square, Taman Buaya Cibarusah, Sport Center Harapan Baru, BTC, Bekasi Square, Grand Mall, Lapangan Persikasi, dan beberapa restoran yang ada di Bekasi. Walaupun banyak objek wisata yang disebutkan, tetapi masih ada saja 15% responden yang apatis (tidak peduli) terhadap wisata kotanya sendiri.

salah satu obyek wisata di kota bekasi

Saran dan Harapan Masyarakat Kota Bekasi tentang Wisata
Saran dan harapan masyarakat Kota Bekasi demi kemajuan wisata kota ini adalah :
1. Wisata Kuliner
Masyarakat kota ini menginginkan agar Pemkot Bekasi dan Para Developer wisata membuatkan Pusat Jajanan terpusat yang menjual Masakan Khas Bekasi, Masakan Tradisional Indonesia, dan Masakan Fast Food. Sehingga masyarakat kota ini tidak perlu lagi berwisata kuliner keluar kota bekasi. Dan selain itu, keuntungannya dapat mengenalkan wisata kuliner yang ada di kota ini sehingga nantinya kota ini dikenal dengan sebutan surga wisata kuliner.
2. Wisata Alam
Maksudnya Pemkot Bekasi bekerjasama dengan para developer perumahan dan usaha pariwisata Kota Bekasi untuk menambahkan fasilitas dan ruang hijau yang ada di kota ini seperti sebuah Taman Kota. Sehingga ruang hijau di kota ini semakin asri, indah, dan hijau.
3. Wisata Keluarga dan Hiburan
Sebenarnya wisata keluarga dan hiburan di kota ini sudah banyak, akan tetapi masih kurangnya promosi yang diberikan oleh pengelola wisata tersebut, sehingga terkesan oleh masyarakat bekasi dan masyarakat luar kota bekasi bahwa Kota Bekasi kurang memiliki objek wisata keluarga yang begitu lengkap, Padahal kalau para pengelola wisata itu gencar untuk berpromosi, hal tersebut akan menguntungkan bagi pariwisata kota ini dan mendatangkan devisa bagi pendapatan Kota Bekasi.
4. Wisata Budaya dan Sejarah
 
 salah satu warisan sejarah kota bekasi

Masalah wisata budaya dan sejarah, hampir sebagian masyarakat kota ini kurang mengetahui objek wisata budaya dan sejarah. Saya rasa jika Dinas Pariwisata dan Pendidikan Kota Bekasi giat mempromosikan budaya kota ini, yang konon bekasi merupakan salah satu budaya betawi campuran. Kalau menurut saya programnya bisa membuat sebuah gedung kesenian dan museum sejarah kota bekasi, serta merawat, melestarikan, dan memperbaiki cagar budaya dan sejarah yang ada.
Selain usaha Pemerintah Kota dalam mempromosikan wisata budaya dan pariwisata, saya rasa Dinas Pendidikan Kota Bekasi juga perlu membuat sebuah muatan lokal Bahasa Bekasi ataupun Pengetahuan tentang bekasi (sejarah dan kebudayaan bekasi) yang waktu itu pernah di tulis oleh blogger Bekasi yaitu bang komar. Karena jika kita telusuri lebih jauh ternyata bekasi ini merupakan bagian dari suku betawi. Kurikulum muatan lokal ini bisa diperuntukan sebagai pendidikan dasar bagi generasi muda Bekasi yang ingin mengenal lebih dalam akan sejarah dan kebudayaan daerahnya.

Aspek Fasilitas Publik
Dalam quesioner tersebut, saya menanyakan 10 Fasilitas publik yang sering dikunjungi selama mereka tinggal di Kota Bekasi
- Pasar Tradisional (1)
- Kantor Pelayanan Pemerintah (kelurahan,kecamatan,dinas) (5)
- Rumah Sakit Umum Daerah (8)
- Kantor Pos (9)
- Kantor Kepolisian (10)
- Kantor Pelayanan Publik (samsat, pajak,telepon,listrik,pdam) (6)
- Terminal (7)
- Stasiun Kereta Api (4)
- Gelanggang Olahraga (GOR) (2)
- Tempat Peribadatan * (3)

Urutan lima besar fasilitas publik yang sering dikunjungi oleh masyarakat bekasi adalah, Pasar Tradisional, Gelanggang Olahraga (GOR), Tempat Peribadatan (Masjid Al-Azhar, Masjid Al-Barkah, Islamic Center, Gereja, wihara dan Pura), Stasiun Kereta Api, Kantor Pelayanan Pemerintah, dan urutan ke 6 sampai 10 adalah Kantor Pelayanan Publik, Terminal Bekasi, RSUD, Kantor Pos, dan Kantor Kepolisian .
Menurut hemat saya, sebenarnya fenomena fasilitas publik yang jarang dikunjungi oleh masyarakat kota, bukan hanya di Kota Bekasi saja. Tetapi hampir di daerah perkotaan banyak masyarakat pada enggan mengunjungi seperti Kantor Pelayanan Pemerintah, Kantor Pelayanan Publik, Kantor Pos, Rumah Sakit Umum Daerah, dan Kantor Kepolisian.

Alasan Fasilitas Publik di atas kurang diminati oleh masyarkat perkotaan, adalah:
1. Kantor Pos
Karena Jaringan Provider handphone dan Internet sudah menjelajah ke lapisan masyarakat perkotaan dan pedesaan sehingga setiap individu dapat mengirim sebuah pesan dan kiriman uang dengan mudah dan cepat hanya dengan bantuan teknologi.
2. Pelayanan Publik, Pemerintahan dan Kepolisian
Pelayanan tersebut jarang dikunjungi oleh masyarakat adalah karena bantuan perantara manusia (calo/makelar) ataupun biro jasa sudah dapat mengurusi segala administrasi individu yang berhubungan dengan pelayanan publik, pemerintahan, dan kepolisian dengan cepat dan murah. Sehingga masyarakat cukup membayar biro jasa ataupun calo.
3. RSUD
Faktor Fasilitas dan sarana penunjang di RSUD masih kurang bersaing dengan RS Swasta. Hal ini menyebabkan kurangnya rasa nyaman bagi pasien terhadap pelayanan jasa RSUD sehingga masyarakat lebih memilih pelayanan jasa RS Swasta.

masjid al-barkah kota bekasi

Saran dan Harapan Masyarakat Kota Bekasi tentang Fasilitas Publik
Saran dan harapan masyarakat Kota Bekasi untuk kemajuan Fasilitas Publik adalah :
1. Lingkungan
Masyarakat kota ini menginginkan agar Pemerintah Kota Bekasi memperbanyak tempat sampah yang berada di fasilitas publik kota bekasi, sehingga bekasi terlihat bersih dan indah. Selain itu, masyarakat juga menginginkan agar Pemerintah Kota Bekasi menambah dan merawat kembali ruang hijau yang ada di kota ini sehingga terlihat indah, sejuk, dan hijau disetiap sudut kota. Kita pun tahu sekarang ini pemkot bekasi sedang menggalakan dan mengkampanyekan kota bekasi sebagai kota hijau dan bersih. Semoga saja kampanye yang dilakukan pemkot ini bisa membuahkan hasil, sehingga Kota Bekasi akan terasa tidak panas, bersih dan terlihat hijau. Dan harapan Kota Bekasi pun dapat tercapai sebagai Kota Adipura.
2. Sarana Ibadah
Masyarakat kota ini mengharapkan agar pemkot bekerjasama dengan MUI dan lembaga keagamaan Kota Bekasi untuk memberikan subsidi atau bantuan dana bagi sarana ibadah kota ini. selain itu, agar pemkot mempermudah perijinan pembentukan sarana ibadah.
Saya juga merasa sangat senang dan bangga atas Pemerintah Kota Bekasi yang sudah berupaya menata dan merenovasi Masjid Al-Barkah yang berada di tengah Kota Bekasi, sehingga kota ini tidak kalah dalam sarana ibadah yang dimiliki. Walaupun awal merenovasinya disebabkan karena Kota Bekasi dijadikan Kota penyelenggaraan MTQ tingkat Nasional, tetapi hal ini harus kita beri dukungan dan ucapan terima kasih kepada pemkot yang telah berupaya mengeluarkan APBD kota ini untuk kepentingan sarana ibadah.
3. Sarana Transportasi
Dalam hal ini adalah penertiban pangkalan angkutan kota (angkot). Kita semua mengetahui bahwa armada angkutan kota (KOASI) di bekasi sangat banyak dan beragam sehingga angkutan kota menjadi salah satu penyebab kemacetan yang ada di kota ini. hal ini disebabkan karena banyak Koasi (angkutan umum bekasi) yang selalu berhenti dan menaikan penumpang disembarang tempat. Sebagai contoh di depan BCP (bekasi cyber park) / depan Islamic Center Bekasi, Stasiun Bekasi, dan depan Grand Mall Bekasi banyak para sopir Koasi yang berhenti di tempat tersebut sehingga kemacetan pun terjadi. Masyarakat kota ini berharap agar Pemkot berusaha untuk menertibkan pangkalan Koasi tersebut.
Di aspek lain pun kita jangan melupakan keberhasilan Pemkot Bekasi, dalam merenovasi Terminal Bekasi. Sehingga penataan Terminal Bekasi sekarang ini terlihat lebih teratur dan baik.
4. Jalan Raya
Sebagian responden mengharapkan agar Pemkot Bekasi berupaya untuk memperbaiki jalan-jalan rusak di kota ini, seperti yang berada di jalan utama kalimalang (KH. Noer Ali), karena jalan tersebut adalah jalan utama yang sering dilewati bagi masyarakat Kota Bekasi dalam beraktivitas ke Jakarta. Selain, jalan utama kalimalang masyarakat juga mengharapkan agar pemkot memperbaiki jalan yang rusak di daerah Kota Bekasi lainnya.
5. Birokrasi dan Administrasi Pemerintahan
Persingkat birokrasi dan pelayanan administrasi Pemkot Bekasi, kalau bisa birokrasi dan pelayanan administrasi publik bersifat online. Sehingga segala sesuatunya dapat dikerjakan dengan cepat. Selain itu, hilangkan pungutan liar dan makelar atau calo yang ada di pelayanan publik Kota Bekasi. Sehingga birokrasi dan pelayanan administrasi kota ini dapat dicontoh oleh daerah lainnya.
6. Renovasi Fasilitas Publik
Memperbaiki dan merawat fasilitas publik merupakan saran dan harapan yang diinginkan oleh masyarakat kota bekasi. Sehingga fasilitas publik yang dimiliki oleh kota ini terlihat rapi, terawat, nyaman dan baik. Seperti fasilitas publik halte, kantor pemerintahan, kantor pelayanan publik, dan RSUD.

Aspek Potensi Kota Bekasi
Secara garis besar, menurut masyarakat Kota Bekasi Bidang atau Potensi yang harus dikembangkan di Bekasi adalah :
1. Hiburan
Potensi dalam dunia hiburan dapat dilihat dari aspek merangkul kegiatan anak muda dan memberikan warna pada dunia hiburan Kota Bekasi, ternyata potensi terhadap dunia hiburan (entertainment) di Kota ini cukup banyak diharapkan oleh masyarakat Kota Bekasi dengan suara 20% responden.
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya stasiun radio swasta yang bermunculan, terutama untuk merangkul kegiatan kaum muda dalam mengekspresikan diri dan berkreatifitas.
2. Wisata
8 dari 20 Responden mengharapkan agar potensi dan bidang wisata kota ini agar dikembangkan. Dengan kriteria wisata global 20%, wisata belanja 10%, wisata kuliner 5%, dan wisata budaya 5%.
Mungkin hal ini dikarenakan masyarakat bekasi pada umumnya kurang mengetahui potensi wisata yang dapat dikembangkan di daerah bekasi dibandingkan tempat wisata yang ada di luar bekasi.
3. Tata Kota dan Perumahan
Masyarakat kota ini mengharapkan tata kota dan sistem tata ruang perumahan agar lebih dikembangkan lagi. Hal ini dikarenakan masyarakat pada umumnya berpendapat agar potensi yang sudah dimiliki dapat dikembangkan lagi, karena potensi ini sangat tepat dikembangkan oleh pemkot terhadap kaum urban dan komuter yang bekerja di daerah JADETABEK. Selain itu, daerah ini merupakan daerah pemukiman yang strategis bagi warganya yang bekerja di JADETABEK.
4. Olahraga
Aspek olahraga merupakan salah satu aspek yang dapat dikembangkan di kota ini dan Kita perlu mendukung usaha yang telah dilakukan oleh Pemkot yang telah memberikan ruang terhadap pengembangan olahraga di kota ini sebagai contoh dukungan besar terhadap tim sepakbola yang ada di kota ini, hal ini dapat kita lihat dari upaya pemkot untuk memberikan dukungan yang positif bagi tim sepakbola kota bekasi yakni Persipasi (persatuan sepak bola kota bekasi) yang telah memberikan hasil yang baik dan mengangkat Kota Bekasi di pentas persepakbolaan nasional.

Dari penjelasan yang saya berikan tentang realita yang ada di masyarakat Kota Bekasi, saya dapat menyimpulkan bahwa masyarakat Kota Bekasi masih kurang mengenal dan mengetahui segala aspek pengetahuan dan sejarah Kota Bekasi; Aspek pengenalan warga terhadap pemimpinnya pun masih kurang mereka masih kurang peduli terhadap pemimpinnya; Aspek wisata pun menjadi aspek yang harus dikembangkan oleh pemkot, developer wisata dan masyarakat Kota Bekasi, karena
aspek wisata merupakan salah satu aspek yang sangat potensial dalam mengenalkan
kota bekasi pada dunia luar; Aspek fasilitas publik pun masih banyak harus dikembangkan dan dirawat oleh pemerintah kota agar tercipta kota yang memiliki fasilitas publik yang baik dan nyaman; dan terakhir adalah Potensi Kota Bekasi, sebenarnya kota ini memiliki potensi yang beragam, tetapi kurang kita cermati sebagai masyarakat dan pemerintah kota ini.
Saya sebagai bagian dari masyarakat Kota Bekasi berharap kepada Pemerintah Kota Bekasi, agar pemerintah kota mendengarkan berbagai opini dari masyarakat pada umumnya yang mewakili realita kehidupan masyarakat kota ini. Semoga pada kepemimpinan Walikota-Wakil Walikota sekarang ini Kota Bekasi dapat menjadi kota yang terbaik dan menjadi panutan bagi kota-kota lainnya di Indonesia pada umumnya dan kota-kota lainnya yang berada di Provinsi Jawa Barat secara khususnya.
Sekian artikel yang saya buat semoga bermanfaat bagi kita semua sebagai Masyarakat dan Pemerintah Kota Bekasi untuk bersama-sama memajukan kota ini dan mencintai kota ini. Bravo Kota Bekasi.

14 comments:

  1. semangat bhan...
    gila artikel lo banyak bener bhan...

    ReplyDelete
  2. makasih BowoCribo, kenapa dikau tidak ikut kompetisi foto yang diadain kota bekasi, padahal kalau dikau ikut mungkin bisa jadi juara 1-nya adalah dikau...lumayan padahal tuh 10 juta...hehehe...

    keep brotherhood bro...
    fotografi yes...
    ngeblog yes...
    berwisata juga yes...

    ReplyDelete
  3. Niat bener yah bikin penelitian...
    klo mw lbh serius bs djual tuh k PemKot,, abis kyk gK serius majuin Bekasi..
    Ruang publik cuma sbatas mall, blm lagi polusi, macet.. udah coba bwt pnelitian ttg tingkat kerusakan jiwa akbt ksemrawutan kota blm? he...
    semngt trs y nliti...
    salam kenal, catila

    ReplyDelete
  4. Hehehe...makasih mbak komentarnya....
    setelah artikel ini saya akan mencoba membuat artikel ttg kemacetan, polusi, dan panasnya kota bekasi...

    ReplyDelete
  5. woke..mantab deh... semangat bekasinya

    ReplyDelete
  6. @ Hapia Mesir, @ayo berwisata, @ lutfi makasih sudah berkunjung dan berkomentar di artikel saya...

    ReplyDelete
  7. kenangan banget di masjid al-barkah.. dari dulu masih masjid kecil sampe sekarang yg udah berdiri dengan megahnya :)

    makasih udah mampir ke blog saia ;)

    ReplyDelete
  8. semoga artikelnya menang kang....salut buat kang subhan....

    ReplyDelete
  9. wah tinggal di bekasi dulu cm 2 bulan.... salam kenal bang

    ReplyDelete
  10. @ d3vy, bekasi lovers, richo terima kasih sudah berkunjung di blog saya. salam bekasi

    ReplyDelete
  11. Bhan...mau supply photo2 buat dikau lagi niiiiih...
    Kalo bisa malah kita hunting photo brg yuk..
    Lo mau bikin blog ttg apa nnti gw yg cari photo2nya..hehehe...ayo ayo ayo..
    Smangat jg Skripsinya A'...

    ReplyDelete
  12. Assalammualaikum..
    Salam ukhuwah,trimaksih ats informnya:)

    ReplyDelete