January 4, 2009

Ngeblog untuk Membentuk Komunitas

Salah satu hal yang saya rasakan dalam bidang engineering, terutama pengguna CAD, adalah sulitnya mereka berbagi. Mailing list, forum, tidak pernah meriah. Akhirnya saya lebih memilih untuk mengikuti forum dan mailing list luar. Meski harus menggunakan bahasa Inggris, tanggapan di forum dan mailing list tersebut jauh lebih cepat. Saya sendiri gak terlalu bermasalah menggunakan bahasa Inggris secara tertulis. Meski kadang harus membuka dua buku sakti bernama kamus. Ini beberapa tahun yang lalu.

Kemudian saya mulai mengenal ‘animal’ bernama blog. Tak disangka, blog niche tentang CAD ini cukup cepat berkembang. Beberapa teman tertarik untuk ikut menyumbangkan tulisan. Mereka kemudian menjadi kontributor tetap di blog saya. Tidak sampai satu tahun, sudah lima orang yang menjadi kontributor. Meski saya tidak pernah menjanjikan adanya imbal balik berupa materi ataupun lainnya. Harapan mulai muncul bagi saya. Ternyata banyak juga di komunitas pengguna CAD yang mau berbagi! Mungkin hanya tidak tahu bagaimana.

Mungkin saja, sebetulnya mereka tidak punya waktu dan akses ke forum dan mailing list. Yang suka memantau statistik situsnya pasti tahu, kalau weekend dan libur pasti jumlah pengunjung turun drastis. Sepertinya kantor masih jadi andalan untuk akses internet gratis. Dan kalau mereka tidak diberi akses internet, tentu tidak dapat mengakses website, forum, dan mailing list. Kadang malah yahoogroups ditutup karena dianggap jadi sarana rumpi dan berbagi file-file attachment yang kadang saru. Selain katanya berbahaya karena bisa menyebarkan virus, juga ngebebanin bandwith yang dipake rame-rame.

Meski demikian masih ada satu hal yang mengganjal. Blog tersebut sepi komentar. Meski saya gak terlalu peduli dengan jumlah komentar, rasanya sedikit mengusik rasa penasaran juga. Tapi sesudah membaca tulisan mas Budi Putra ini, sayapun maklum. Bidang yang termasuk serius mungkin memang akan lebih sering hanya dipentelengi tanpa dikomentari. Namun setelah beberapa lama, setelah beberapa pengunjung setia terbentuk, komentar mulai bermunculan. Meski hanya satu-dua perposting.

Tidak sampai setahun, blog tersebut semakin ramai dikunjungi orang. Terkadang beberapa tulisan mendapat komentar yang cukup banyak. Seperti saat saya meminta feedback, apakah jika kumpulan tulisan di blog itu dibuat e-book akan banyak diminati. Saya mulai menyadari satu hal. Blog itu telah menjadi komunitas. Beberapa pengunjung yang rajin datang mulai memberikan saran-saran jika diminta. Mungkin sebelumnya karena saya dan rekan-rekan kontributor lain hanya fokus di tutorial yang sifatnya terlalu teknis, banyak yang ragu memberikan komentar. Takut salah. Takut kalau nanya dianggap bodoh. Atau gak tau mesti komentar apa. Penyakit yang sama jika ada guru yang bertanya siapa yang belum mengerti. Biasanya para murid akan diam seribu bahasa. Diamnya bukan karena sudah mengerti. Takut dianggap bodoh mungkin, atau takut dianggap keminter.

Meski sebuah blog adalah blog yang serius dan niche, ada baiknya kita membentuk diskusi dengan topik yang lebih santai. Topik yang bisa disambut semua orang. Bisa direspon dengan santai. Tidak ada salahnya membuat brand untuk komunitas itu. Yang sudah saya coba pancing adalah dengan stiker. Ternyata peminatnya ada saja. Meski gak sampai balik modal, apalagi untung, saya gak kecewa. Minimal mereka senang bisa jadi bagian dari komunitas yang terbentuk. Saya juga senang karena stiker itu bisa jadi sarana iklan yang lumayan awet.

Saya kemudian mencoba mengadakan kopi darat. Ternyata sambutannya cukup mengejutkan. Meski karena cuaca buruk dan banyaknya janur kuning bertebaran di seantero Jakarta, banyak yang akhirnya berhalangan. Saya terkesan bahwa ada yang mengatakan akan berusaha datang dari Malang. Sayang, di saat terakhir dia membatalkannya. Yang datang paling jauh dari Bandung. Sudah begitu bawa oleh-oleh pula. Beberapa yang datang kemudian berjanji akan memperkenalkan blog itu ke teman-temannya. Bahkan akan membantu penjualan cd dan menawarkan membuat kalender atau kaos. Blog itu betul-betul sudah menjadi komunitas!

Saya akhirnya juga membuat sebuah subdomain untuk forum dengan maksud semua bisa cuap-cuap dan gak bingung harus nulis di mana. Di bagian komentar, seringkali jadi Jaka Sembung alias gak nyambung dengan postingnya. Meski masih sangat jauh dari besar, forum ini juga mulai tumbuh.

Kata orang bijak, mulailah dengan sesuatu. Kita berharap ini-itu, tapi tentu tidak akan tercapai jika tidak pernah memulainya. Ingin dapat undian tapi gak pernah beli lotre. Ingin punya tabungan hari tua tapi gak pernah menyisihkan pendapatan untuk ditabung. We’ve got to start it somewhere. Sebagai blog yang baru berumur 9 bulan, saya senang dengan pekembangannya. Mudah-mudahan dapat membentuk komunitas yang lebih solid. Dan tentunya, menambah teman. Ini yang menurut saya ‘priceless‘.

Postingan ini di adaptasi dari : ayongeblog.com

1 comment:

  1. saya sangat setuju dengan mas subhan, klo nge-blog bisa membentuk komunitas...
    contohnya saja di palapa, sekarang sudah banyak blogger palapa. yaaaaa di antara-nya : mas subhan, mas dagink, mas ijun, mas budhi, mas uu,,

    mas subhan ramaikan blog palapa dunk..

    ReplyDelete