January 15, 2009

Manajemen Risiko dan Asuransi

Manajemen Resiko : Keputusan manajerial yang berkaitan dengan pengelolaan resiko murni. Yang meliputi identifikasi dan menemukan metode yang lebih baik dalam penanganan


Pengukuran resiko:

1. Frekuensi kerugian. Kategori :

- ALMOST NIL , mungkin hampir tidak

- SLIGHT, kemungkinan terjadi kecil

- MODERATE, mungkin terjadi dalam waktu dekat

- DEFINITE, biasa terjadi

2. Kegawatan Kerugian

· Kemungkinan, probabilitas dan keseluruhan kerugian maksimum


Kategori :

- Normal Loss Expectancy

- Probable Maximum Loss

- Maximum Foreseable Loss

- Maximum Possible Loss


ASURANSI

Suatu perjanjian dengan seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa tak tertentu.


Polis Asuransi : Buku tertulis / surat perjanjian diantara pihak-pihak yang mengadakan perjanjian asuransi


Prinsip Dasar Asuransi

- Obyek harus cukup kualitas dan kuantitasnya

- Kerugian tidak disengaja

- Kerugian dapat diukur

Ø Insurable interest/ Kepentingan Yang Dipertanggungkan (Anda dikatakan memiliki kepentingan atas obyek yang diasuransikan apabila Anda menderita kerugian keuangan seandainya terjadi musibah yang menimbulkan kerugian atau kerusakan atas obyek tersebut. Kepentingan keuangan ini memungkinkan Anda mengasuransikan harta benda atau kepentingan anda.)

Ø Indemnity/Ganti Rugi (Apabila obyek yang diasuransikan terkena musibah sehingga menimbulkan kerugian maka kami akan memberi ganti rugi untuk mengembalikan posisi keuangan Anda setelah terjadi kerugian menjadi sama dengan sesaat sebelum terjadi kerugian. Dengan demikian Anda tidak berhak memperoleh ganti rugi lebih besar daripada kerugian yang Anda derita)

Ø Subrogation/Perwalian (apabila Anda mengalami kerugian akibat kelalaian atau kesalahan pihak ketiga maka kami, setelah memberikan ganti rugi kepada Anda, akan menggantikan kedudukan Anda dalam mengajukan tuntutan kepada pihak ketiga tersebut)

Ø Utmost Good Faith/Itikad Baik (Anda berkewajiban memberitahukan sejelas-jelasnya dan teliti mengenai segala fakta-fakta penting yang berkaitan dengan obyek yang diasuransikan. Prinsip ini pun berlaku bagi perusahaan asuransi, yaitu menjelaskan risiko-risiko yang dijamin maupun yang dikecualikan, segala persyaratan dan kondisi pertanggungan secara jelas serta teliti. Prinsip ini menjadi sangat penting karena Secara umum tertanggung mengetahui lebih.


Macam-macam Asuransi :

1. Asuransi Wajib : ASKES, ASABRI

2. Asuransi Sukarela :


Jenis Usaha:

1. Non-life Insurance

2. Life Insurance

3. Reinsurance

4. Social Insurance


Objek Asuransi :

1. Manusia

2. Harta


PERIL : penyebab utama yang memungkinkan terjadinya kerugian dan seringkali berada di luar kendali seperti badai, kebakaran, pencurian, kecelakaan dan ledakan


HAZARD : suatu keadaan yang nyata dan jelas kelihatan dapat berpotensi menimbulkan suatu kerugian (peril) terhadap : manusinya, lingkungannya ataupun peralatan

- physical hazard ( bersumber dari karakter fisik dari obyek)

- moral hazard (bersumber pada sikap mental manusia)

- morale hazard ( bersumber pada perasaan hati seseorang)

- legal hazard ( melanggar hukum)

1 comment:

  1. good post guy...keep it rock n' roll fella

    ReplyDelete