January 17, 2009

Cara Mengukur Market Demand Sebuah Produk

Mengukur market Size ataupun market Demand menjadi tugas mutlak seorang marketer sebelum meluncurkan (launching) sebuah produk atau jasa.

Dahulu, sebelum PT. Aqua Golden Mississippi (AGM) memutuskan untuk menjual air mineral dalam kemasan (AMDK), mereka tentu saja harus memiliki keyakinan akan potensi pasar yang ada (baca: market demand). Saat itu, sebagian besar masyarakat masih beranggapan akan sangat sulit (bukan tidak mungkin) untuk menjual air yang dikemas lebih mahal dari 1 liter minyak tanah atau mungkin 1 liter solar, mungkin kita pun termasuk orang yang pesimis waktu itu.

Dengan data dan informasi yang dimiliki mengenai rendahnya kualitas AIR TANAH khususnya di kota-kota besar serta dan semakin hari semakin berkurangnya kualitas AIR PAM, membuat para petinggi PT AGM semakin optimis.

Mereka mulai menghitung potensi pasar.
Caranya : Jumlah penduduk Kota besar X 2 Liter (minimal Kebutuhan Air Per hari) - Penduduk yang tidak mampu beli - Penduduk yang tidak mau beli, dan terakhir mungkin dikurangi dengan jumlah penduduk yang masih memperoleh air bersih dan sangat layak minum.

Perolehan Jumlah tersebut bisa ditambahkan lagi dengan berbagai aktivitas promosi untuk mempengaruhi perilaku konsumen misalnya :
- Bawa Air Dalam Kemasan saat perjalanan, masa sih harus bawa-bawa termos air
- Minum Air Dalam Kemasan setelah berolah raga
- Gunakan Air Dalam Kemasan untuk memasak
- Gunakan Air Dalam Kemasan untuk membuat susu bayi
- Gunakan Air Dalam Kemasan untuk orang yang sedang sakit, dan berbagai bentuk kegiatan lainnya.
- Bahkan sempat PT AGM menyarankan untuk menggunakan AQUA sebagai pengisi air radiator kendaraan mewah.

Contoh lainnya :
Jika produk anda adalah Shock Breaker Motor, caranya adalah :
jumlah Motor yang terjual setiap tahunnya = 5.000.000 unit
Usia rata-rata motor di jalanan = 6 tahun
Rata-rata usia penggantian Shock breaker = 3 tahun
Maka potensi market anda adalah : 5jt X 6 thn - 3 tahun = 15.000.000 unit per tahun

Lebih jauh:
hitung jumlah pemain (penjual SB) yang ada, lalu hitung kapasitas produksi masing-masing perusahaan tersebut. Nah, anda bisa melihat apakah pasar tersebut sudah over capacity atau masih memadai.

Anda juga bisa mencari ceruk pasar yang berbeda, misalnya khusus menjual Shock breaker aksesoris, dimana orang mengganti shock breaker bukan karena rusak tapi karena mengikuti model.

1 comment:

  1. temen gw satu ini ternyata penulis juga nih...

    ReplyDelete