December 22, 2008

Kisah Manajerial Suatu Perusahaan

Masalah kepemimpinan ini terjadi ketika saya sedang melakukan Magang / PKL di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi. Dikarenakan pada saat itu posisi saya sebagai pemagang, jadi saya hanya dapat memantau dan menganalisa saja tentang masalah kepemimpinan dan organisasi di divisi itu.

Perdebatan manajerial itu terjadi antara Asisten Manajer (asman) dengan Officer 2 (off-2) -satu tingkat di bawah asman-, dalam jenjang band posisi di perusahaan ini Asisten Manajer bisa melakukan rentang kendali dan pendelegasian dengan Officer 2 (menjadi bawahan dari Asisten Manajer) dan bisa juga Officer 2 menjadi rekan (peer) dengan Asisten Manajer. Karena untuk menjadi Asisten Manajer di Perusahaan ini diharuskan memiliki band posisi Officer 1 atau Officer 2.

Perdebatan manajerial ini terjadi di Divisi General Support, ketika Asisten Manajer Purchasing Order and External Logistic (Asman POEL) menanyakan kepada bawahannya yakni, Officer 2 Purchasing Order (Off-2 PO) tentang Laporan Keuangan transaksi Purchasing Order. Ketika Asisten Manajer ini sedang membaca laporan keuangan yang di buat oleh bawahannya (Officer-2), Asisten Manajer ini sangat kaget dikarenakan ada beberapa transaksi yang ia tidak ketahui. Akhirnya mulailah perdebatan argumentasi antara Asisten Manajer dengan Officer 2 yang sangat panjang, di karenakan kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah dan berpegang teguh pada keputusan masing-masing, akhirnya masalah tersebut di tengahi pula oleh seorang Manajer Logistik.

Saya mencoba untuk mencari tahu titik permasalahan apa yang terjadi antara kedua belah pihak tersebut. Ternyata dalam hal ini, yang menjadi titik masalah adalah Asman POEL. Karena Asman tersebut kurang teliti dan kurang memperhatikan setiap transaksi harian yang di laporan oleh Officer 2 tersebut. Sedangkan Officer 2 ini mengemukakan argumentasinya berdasarkan fakta dari rekanan perusahaan dan bukti setiap transaksi yang telah di tanda tangani oleh Asman POEL sendiri. Tetapi Asman ini berkilah bahwa dia tidak pernah menandatangani Transaksi tersebut. Memang di Divisi General Support ini merupakan divisi inti operasional perusahaan terhadap pihak eksternal yang sangat peka dan selalu berhubungan dengan masalah uang.

Keesokan harinya saya mencoba menanyakan kembali kepada karyawan lainnya. Ternyata inti dari masalahnya adalah Asman tersebut pada saat menandatangani transaksi tersebut dia kurang teliti, kurang memperhatikan dan kurang menghargai pada laporan yang di kerjakan oleh bawahannya (Officer 2) dan alasan yang kedua adalah karena sudah terpojokan dengan pendapat Officer-2, Asman ini takut wibawa-nya jatuh terhadap bawahannya yang lain dan karyawan yang ada di Divisi itu. Sebab Asmen tersebut berbicara bukan di dalam ruangan kerja dia. Maka agar wibawa-nya tidak jatuh Asmen tersebut berpegang teguh pada keputusannya dan tidak mau mengalah terhadap bawahannya.

Dari kisah manajerial di atas saya akan menganalisa masalah tersebut dari aspek Leadership yang telah saya pelajari, bahwa seseorang yang di percayai untuk memegang tanggung jawab untuk memimpin manajerial, meskipun hanya setingkat middle manager. Jika dia merasa salah, maka dia harus terbuka dan jangan takut wibawa-nya akan jatuh di tangan bawahannya dan Jika kita ingin di hormati dan di hargai oleh atasan, bawahan, rekan kerja, dan pihak eksternal Perusahaan, maka kita harus menghargai dan menghormati orang lain dahulu.

Kepemimpinan atau Leadership pada hakekatnya adalah sikap pikiran dan kejiwaan (state of mind and state of spirit), yang merasa terpanggil untuk memimpin dengan segala macam ucapan, perbuatan dan perilaku, untuk mendorong dan mengantarkan yang dipimpinnya ke arah tujuan bersama. Kepemimpinan bukan diperlakukan sebagai sebagai harta milik, atau aktivitas dari pemimpin, tapi sebagai hubungan (relationship) antara pemimpin dan yang dipimpinnya. Perlu disadari bahwa dalam konsep kepemimpinan, interaksi antara pemimpin dengan pengikutnya dipertemukan oleh adanya kesatuan motivasi dan tujuan, bukan merupakan hubungan yang bersifat exploitative yang bisa terjadi pada hubungan kekuasaan.

Pada prinsipnya, semua pemimpin mempengaruhi orang banyak, namun cara mereka melakukannya berbeda satu sama lain, tergantung berbagai faktor yaitu, kepribadian, organisasi, kebudayaan, tradisi, waktu dan sifat dari persoalan yang di hadapi.

Seorang pemimpin dalam suatu organisasi sedapat mungkin menghilangkan konflik-konflik yang mungkin terjadi di dalam organisasi, sehingga adalah suatu kesalahan fatal bila seorang pemimpin organisasi menciptakan friksi yang tidak sehat di dalam organisasi. Setiap pemimpin harus dapat menciptakan iklim yang kondusif agar tidak terjadi pengklasifikasian yang merugikan organisasi.

Setiap pemimpin memiliki perilaku kepemimpinan, yang biasanya di kategorikan menjadi tiga kategori perilaku : intelektual, pribadi, antar pribadi atau perilaku antar kelompok.

1. Keterampilan intelektual
Dalam hal ini seorang Asisten Manajer, harus dapat mencari apa yang salah; menunjukan pada orang lain bagaimana caranya memecahkan persoalan.

2. Keterampilan pribadi seorang pemimpin
Dalam hal ini seorang Asisten Manajer, harus dapat menilai apakah keputusannya sendiri, pengarahan atau sarannya sudah benar; mampu menghadapi hal yang tidak menyenangkan; mampu meresap/mengendapkan ketegangan antarpribadi.

3. Keterampilan antarpribadi seorang pemimpin
Dalam hal ini seorang Asisten Manajer, harus dapat mendengarkan, mengamati dan mengenali keterampilan dan kemampuan orang lain; mudah berinteraksi dengan menumbuhkan kepercayaan dalam diri orang lain; mampu menentukan perilaku, arah tindakan yang sesuai, mendelegasikan wewenang dan memantapkan suasana kelompok.

Menurut saya, agar kinerja Divisi General Support dapat terlihat dengan baik, sebaiknya jika ada Manajerial yang kurang bertanggung jawab atas pekerjaannya dan masih memikirkan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan golongan. Saya menyarankan agar seorang manajerial tersebut untuk di mutasikan ke divisi lain yang tidak terlalu besar tingkat tanggung jawab-nya terhadap kinerja perusahaan pada umumnya.

Penulis : Subhan Apriyatna (Mahasiswa STEKPI Ekstensi 2008-Manajemen)

No comments:

Post a Comment