December 22, 2008

Hakikat dari Ciri dan Keterampilan Manajerial

Istilah ciri menunjuk kepada sejumlah atribut individual, termasuk aspek kepribadian, temperamen, kebutuhan, motivasi, serta nilai-nilai.

• Ciri kepribadian adalah watak yang relatif stabil untuk berperilaku dalam sebuah cara tertentu. Ex : rasa percaya diri, sifat ekstroversi, kedewasaan emosional,dan tingkat energi.
• Kebutuhan dan motif adalah keinginan akan jenis-jenis rangsangan dan pengalaman kebutuhan fisiologis (rasa haus dan lapar) dan motif sosial (keberhasilan, rasa dihormati, afiliasi, dan independensi).
• Nilai adalah sikap yang diinternalisasikan mengenai apa yang benar dan salah, etis dan tidak etis, bermoral dan tidak bermoral Ex : kewajaran, keadilan, kejujuran, kebebasan, kesetaraan, humaniter, kesetiaan, patriotisme, kemajuan, pemenuhan diri, keunggulan, pragmatisme, sopan santun, keramahan, dan kerja sama.

Terdapat cukup banyak bukti bahwa cirri ditentukan bersama oleh belajar dan suatu kapasitas yang diwariskan untuk memperoleh kepuasan bagi jenis rangsangan atau pengalaman tertentu (Bouchard, Lykken, McGue, Segal & Tellegen, 1990).

Beberapa macam ciri mungkin dipengaruhi oleh belajar (nilai, kebutuhan sosial) daripada yang lainnya (temperamen, kebutuhan psikologis)

Istilah keterampilan mengacu kepada kemampuan untuk melakukan sesuatu dalam cara yang efektif.
Keterampilan ditentukan bersama dengan belajar dan keturunan.
Keterampilan dapat didefinisikan secara abstraksi dan umum. (kecerdasan, keterampilan hubungan antar pribadi) hingga secara sempit dan spesifik (pertimbangan verbal, kemampuan persuasif)

Pendekatan yang paling banyak diterima untuk menggolongkan keterampilan manajerial adalah kaitannya dengan taksonomi tiga kategori keterampilan.

Taksonomi 3 (tiga) Kategori dari Keterampilan Kepemimpinan
1. Keterampilan Teknis
• Pengetahuan tentang metode, proses, prosedur dan teknik untuk melakukan aktivitas khusus.
• Kemapuan untuk menggunakan peralatan dan perangkat yang relevan dengan aktivitas tersebut.

2. Keterampilan Hubungan Antar Pribadi
• Pengetahuan tentang perilaku manusia dan proses hubungan antarpribadi.
• Kemampuan untuk memahami perasaan, sikap, dan motif orang lain dari apa yang mereka katakan dan lakukan. Ex : empati dan sensitivitas sosial.
• Kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas dan efektif. Ex : Kefasihan bicara dan persuasif.
• Kemampuan untuk membuat hubungan yang efektif dan kooperatif. Ex : kebijaksanaan, diplomasi, keterampilan mendengarkan, pengetahuan tentang perilaku sosial yang dapat diterima.

3. Keterampilan Konseptual
• Kemampuan analitif umum, pemikiran logis, kefasihan dalam pembentukan konsep dan konseptualisasi hubungann yang kompleks dan ambigu.
• Kreativitas dalam pembuatan ide dan pemecahan masalah.
• Kemampuan untuk menganalisis peristiwa dan merasakan tren, antisipasi perubahan, dan mengenali kesempatan dan potensi masalah. Ex : pemikiran induktif dan deduktif.
Selain dari 3 (tiga) Kategori dari Keterampilan Kepemimpinan yang telah disebutkan di atas, beberapa penulis membedakan kategori keterampilan keempat yakni : “Keterampilan Administratif” yang didefinisikan dalam hal kemampuan melakukan sebuah fungsi atau perilaku manajerial tertentu.(misalnya melakukan perencanaan, negosiasi, pelatihan).

Keterampilan Administratif mencakup kombinasi keterampilan teknis, kognitif dan hubungan antarpribadi.

Penelitian Awal Mengenai Ciri dan Keterampilan Pemimpin
Jenis ciri-ciri yang paling paling sering dipelajari pada Penelitian Awal Kepemimpinan meliputi :
1. Karakteristik Fisik (tinggi badan, penampilan)
2. Aspek Kepribadian (harga diri, dominant, kestabilan emosional)
3. Bakat (kecerdasan umum, kefasihan verbal, kreativitas)
Dalam penelitian awal ini banyak peneliti kepemimpinan membandingkan pemimpin dengan yang bukan pemimpin atau menguji atribut dari para pemimpin yang bermunculann dalam kelompok yang baru terbentuk.

Penelitian Stogdill Tahun 1904-1948
Pada penelitian ini meninjau 124 studi tentang ciri yang dilakukan pemimpin dan menemukan bahwa pola hasil konsisten dengan konsepsi mengenai seorang pemimpin sebagai orang yang memperoleh status melalui demonstrasi, kemampuan untuk memudahkan upaya kelompok dalam mencapai sasarannya. (ciri yang relevan meliputi kecerdasan, kewaspadaan terhadap kebutuhan orang lain, memahami tugasnya, inisiatif dan kegigihan dalam menghadapi masalah, keyakinan dan kendali)

Tinjauan itu gagal mendukung dasar pikiran mengenai pendekatan ciri bahwa seseorang harus memiliki sekumpulan ciri yang khusus untuk menjadi pemimpin yang berhasil.

Stogdill menyimpulkan :
“seseorang tidak menjadi pemimpin karena kebijaksanaan dari kepemilikan kombinasi beberapa ciri dan pola karakteristik pribadi dari pemimpin harus memiliki hubungan yang relevan dengan karakteristik, aktivitas dan sasaran dari para pengikutnya.

Penelitian Stogdill Tahun 1949-1970
Pada Penelitian ini meninjau 163 studi tentang ciri dan keterampilan yang dilakukan pemimpin yang mungkin akan relevan bagi para pemimpin formal, dan lebih banyak ragam teknik pengukurannya.

Dalam penelitian ini banyak ciri serupa yang ditemukan berhubungan dengan efektivitas pemimpin, tetapi ditemukan beberapa ciri dan keterampilan yang relevan.

Ciri dan Keterampilan yang membedakan Pemimpin dari yang Bukan Pemimpin
Ciri
• Dapat beradaptasi dengan situasi
• Waspada terhadap lingkungan sosial
• Ambisius, berorientasi keberhasilan
• Asertif
• Kooperatif
• Tegas
• Dapat diandalkan
• Dominan (motivasi terhadap kekuasaan)
• Enerjik (tingkat aktivitasnya tinggi)
• Gigih (mempunyai kekuatan dan kegigihan dalam mengejar sasaran)
• Keyakinan diri (mempunyai keyakinan diri dan rasa identitas pribadi)
• Toleran terhadap tekanan (kesiapan untuk menyerap tekanan antarpribadi dan kesediaan untuk bertoleransi terhadap frustasi dan penundaan)
• Bersedia untuk mengambil tanggung jawab (mempunyai dorongan yang kuat akan tanggung jawab dan penyelesaian tugas)

Keterampilan
• Pandai (cerdas)
• Terampil secara konseptual
• Kreatif
• Diplomatis dan Bijaksana
• Fasih berbicara
• Memiliki pengetahuan tentang pekerjaan
• Teratur (mempunyai kemampuan Administratif)
• Persuasif
• Terampil secara sosial

Penulis : Subhan Apriyatna (Mahasiswa STEKPI Ekstensi 2008)

No comments:

Post a Comment