October 9, 2008

Tips Membuka Gas dan Mengerem

Tips Pengereman
Perhatikan kondisi lalu lintas dan permukaan jalan di sekitar anda. Tutup gas, tarik tuas rem depan dan tekan pedal rem belakang, bisa juga sambil menurunkan gigi (engine brake) yang dilakukan secara mulus sehingga sepeda motor berhenti.

Rem sepeda motor dibagi menjadi tiga :
1. Rem depan yang difungsikan oleh tangan.
2. Rem Belakang yang di fungsikan oleh kaki (khusus scooter otomatis, rem belakang difungsikan oleh tangan).
3. Engine brake.

Kombinasi penggunaan ketiga jenis rem sepeda motor ini harus sesuai waktu dan tempatnya. Khusus sepeda motor dengan kopling manual, harus menarik tuas kopling sesaat sebelum sepeda motor berhenti.

Mengerem Pada Situasi Tertentu
Pada umumnya, sepeda motor memiliki rem depan dan rem belakang yang bergerak secara independen.

Tips pengereman
• Pada dasarnya rem depan dan rem belakang di fungsikan bersama-sama
• Rem depan lebih pakem dari rem belakang sehingga sepeda motor bisa di hentikan dengan jarak lebih singkat. Tetapi bila menarik tuas rem depan terlalu kuat, motor bisa terjungkal.
• Rem belakang tidak sepakem rem depan sehingga sepeda motor butuh jarak untuk berhenti.
• Engine brake sendiri efektif dalam kondisi permukaajn jalan licin atau jalan menurun. (pengendara yang bisa mengontrol hatinya, bisa mengontrol kendaraannya).

Pengereman bila berboncengan
Bila pengendara mengerem mendadak, akibatnya pembonceng terdorong ke depan dan mengganggu gerakan pengendara. Pembonceng harus merapatkan dengkulnya dan menekan kaki ke pijakan supaya tubuh pembonceng tidak terlalu membebani pengendara.

Tips pengereman
1. Pertama-tama jalankan sepeda motor dalam keadaan lurus, kemudian rem.
2. Rem depan dan belakang difungsikan bersama.
3. Hindari rem mendadak.
4. Tekan Pedal rem belakang berkali-kali untuk memberi isyarat kendaraan yang berada di belakang.
5. Sesaat sebelum sepeda motor berhenti, tekan tuas kopling (khusus motor kopling manual).

No comments:

Post a Comment