September 14, 2008

Konsep-Konsep Manajemen Perusahaan

Dalam memanajemeni perusahaan, setiap keputusan dan tindakan seharusnya memberikan priotas pertama pada kebutuhan pokok, yaitu daya laba. Daya laba ini merupakan satu-satunya penentu pada kelangsungan hidup perusahaan. Beberapa hasil non-ekonomi akhir-akhir ini mendapat terlalu banyak perhatian, misalnya sumbangan terhadap kesejahteraan dan kebudayaan masyarakat, menyediakan ikatan kerja tetap pada gugus kerja, mempertahankan prestise atau nama baik di mata masyarakat dan sebagainya. Walaupun ini sama terpuji, namun demikian tidak ada gunanya bila perusahaan tidak dapat menambah kesejahteraan sendiri, sedang kesejahteraan masyarakat dan bangsa, hanya dapat dilayaninya dengan memperoleh laba untuk membayar gugus kerja dan pemegang saham dan membantu memberikan tambahan modal yang diperlukan untuk pertumbuhan.

Belakangan ini motif laba kurang dihargai bahkan di cemoohkan di beberapa daerah. Namun bila banyak perusahaan tidak dapat memperoleh laba maka secara ekonomi matilah suatu bangsa. bangsa itu jadi bergantung sebagian besar pada saudara-saudaranya yang lebih makmur. Banyak omong kosong yang ditulis dan diucapkan mengenai motif laba, karena kebodohan dan hipokrisi semata-mata. Tindakan semacam ini menunjukan ketidak mampuan orang memahami pentingnya keuntungan untuk pribadi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bangsa secara menyeluruh.
Manajemen mengalami kegagalan bila tidak dapat mewujudkan hasil ekonomi yang wajar. Ia gagal bila tidak dapat meningkatkan kemampuan untuk menciptakan kemakmuran yang dipercaya kepadanya. Disitulah terletak perbedaan antara seorang manajer dengan seorang politikus. Setiap tindakan dan setiap keputusan manjer pertama-tama mempertimbangkan kemajuan ekonomi yang akan dicapai. Bagi seorang politikus, prestasi ekonomi hanyalah salah satu dari sekian tujuan. Sedangkan bagi manajemen prestasi bisnis justru merupakan batu-uji terakhir.

Tugas-tugas dalam memanajemeni perusahaan dapat dikelompokkan secara luas menjadi empat.
1. Perencanaan
Perencanaan menetapkan ikhtisar operasi dan serangkaian kebijakan, program umum dan organisasi yang diperlukan. Perencanaan mencakup penentuan ukuran atas laba, penjualan, biaya, perlengkapan, bahan baku, teknik dan tenaga kerja yang dibutuhkan. Perencanaan menetapkan target daya laba dan prestasi.
Segala proyek akan lancar bila dengan cermat direncanakan lebih dahulu. Perencanaan membantu pencapaian sasaran dan pekerjaan tidak akan dapat diserahkan secara bijak tanpa adanya semacam rencana. Tetapi dalam proses perencanaan harus ada kecermatan dan keluwesan. Para manajer harus siap mengubah rencana dengan segera bila mereka yakin bahwa ada perubahaan dasar yang terjadi di lingkungan bisnis mereka atau di pasar.

2. Pelaksanaan & Pengendalian
Rencana diimplementasikan dan sistem yang cocok diciptakan dan diterapkan untuk memeriksa prestasi terhadap rencana untuk mengendalikan dan memodifikasi operasi. Tujuannya adalah untuk mencapai prestasi yang memuaskan dan mencatat pengalaman dan informasi yang diperoleh, sebagai bahan untuk menyusun pedoman bagi perencanaan yang masa depan.
Bila rencana dilaksanakan maka prosedur pengendalian terentang mencakup operasi total. Mulai dari pengendalian yang dilakukan oleh Dewan Direksi, cakupan pengendalian itu meliputi operasi pemasaran (penjualan, kemajuan, laba yang diperoleh, target wiraniaga, pemasaran, pengendalian harga, pengendalian sediaan barang dan lain-lain) hingga ke operasi produksi (keluaran, pemanfaatan tenaga kerja, mesin dan bahan-bahan mentah, barang olahan, pengendalian mutu, biaya dan lain-lain) Bagian keuangan mengadakan pengendalian atas laba harta, biaya tenaga kerja, biaya bahan, biaya penjualan, biaya umum, biaya produksi (produk) dan lain-lain. Personalia berkaitan dengan penilaian manajemen, pengharkatan pekerja, pengharkatan bajik, pemanfaatan tenaga kerja, perekrutan tenaga kerja dan manajemen seterusnya.

3. Motivasi
Motivasi menyangkut usaha memperkeras dorongan kerja semua anggota organisasi dan menemukan cara-cara untuk meningkatkan prestasi individual. Prestasi harus diberi imbalan. Imbalan ini bisa beraneka ragam bentuknya, bergantung pada pilihan perusahaan, mulai dari tepukan tangan hingga pada promosi jabatan atau penambahan tunjangan (uang). Dengan demikian gugus kerja setiap perusahaan baik secara individual maupun bersama-sama tergerak untuk lebih berprestasi lagi.

4. Koordinasi
Fungsi koordinasi manajemen, fungsi ini mengusahakan agar setiap bagian perusahaan bekerjasama menurut rencana dan menjamin bahwa seluruh tim tetap bekerjasama. Fungsi ini menyeimbangkan kebutuhan atau kepentingan departemen yang berbeda-beda dan bertentangan. Bagian pemasaran bersangkutan dengan usaha memaksimumkan laba, bagian produksi bersangkutan dengan usaha mencapai beban produksi optimum dengan biaya minimum. Kedua faktor yang pertama tadi biasanya tidak sejalan, dan diperlukan kaitan yang menciptakan keseimbangan untuk mencapai hasil yang paling baik bagi kedua belah pihak dan bagi perusahaan sabagai keseluruhan. Fungsi manajemen yang satu ini seringkali merupakan fungsi yang paling sulit diimplementasikan.

Manajemen berdasarkan sasaran (MBS) adalah salah satu diantara sekian “jargon manajemen” yang paling baru. Manajemen berdasarkan sasaran ini diterangkan secara amat terperinci dalam buku-buku John Humble Improving Management Performance (British Institute of Management, 1966). Penggunaan MBS yang penerapannya dan pengendaliannya tepat akan menimbulkan rancangan disiplin ke arah laba dan pertumbuhan pada umumnya di semua sektor bisnis yang penting. Rancangan ini membantu mewujudkan keseimbangan di antara tujuan jangka panjang dan jangka pendek, sesuatu yang tidak mudah dilakukan karena keduanya seringkali bertentangan mulai dari hal pemanfaatan harta. Tekanan yang berlebihan atas sasaran jangka pendek seringkali berarti bahwa perusahaan tidak dapat berkembang ke arah sasaran jangka panjang. Kedua rancangan ini membantu perusahaan memanfaatkan sumber daya tenaga eksekutif dengan lebih baik. Tim manajemen mengembangkan kemampuan yang lebih besar dalam menghadapi perubahan yang mempengaruhi bisnis.

Penyelenggaraan MBS membantu perusahaan memusatkan segalanya di bidang-bidang yang memerlukan efektivitas optimal manajemen sebagai unsur vital, dan memisahkan masalah–masalah yang menghalangi kemajuan ke arah sasaran perusahaan tersendiri. Realisme yang lebih besar disuntikkan pada perencanaan yang susul-menyusul dan menghasilkan informasi pengendalian yang lebih baik dan terpercaya sebagai dasar keputusan. Akhirnya MBS dapat membina pengertian yang lebih baik dari antara para anggota tim atas peranan khusus masing-masing.

Peranan Dewan Direksi, perincian kegiatan Dewan Direksi berbeda-beda, tetapi pada umumnya terbagi empat kategori. Pertama, Dewan Direksi menentukan dan menyepakati rencana perusahaan jangka panjang dan semua kebijakan pokok, serta memilah bidang-bidang kegiatan perusahaan pada umumnya. Keputusan mereka tergantung pada informasi yang disampaikan oleh bagian-bagian yang beroperasi. Kedua, Dewan Direksi sepakat dan menyelenggarakan pengendalian menyeluruh atas rencana operasi atau usaha-usaha tahunan. Ketiga, Dewan Direksi menyepakati dan mengendalikan pengeluaran modal untuk investasi dan pemanfaatan segala harta yang dipercayakan pada perusahaan oleh para penanam modal. Keempat, Dewan Direksi memilih para manajer yang paling senior dan menetapkan imbalan jasa dan syarat-syarat kerjanya.

2 comments: