August 20, 2008

Tips Safety Riding

Sebelum berkendara:
1. Periksalah mesin, baut-baut, kelistrikan, oli mesin, tekanan angin ban, dan bensin sepeda motor anda.
2. Periksa dan bawalah segala surat identitas kelengkapan berkendara dan identitas pribadi, seperti: STNK, SIM, dan KTP.
3. Bawalah tool kit yang berisi perkakas yang sering digunakan pada motor anda.
4. Bawalah rain coat, jika sewaktu-waktu hujan dalam perjalanan.
5. Untuk menjaga agar safety riding, gunakan selalu:
• Sarung tangan
• Jaket
• Sepatu
• Penutup hidung
• Helm yang tertutup rapat dan setengah rapat
6. Berdoalah sebelum berkendara, agar terhindar dari bahaya kecelakaan.

Selama berkendara:
1. Aturlah kecepatan berkendaraan anda, di usahakan stabil dalam kecepatan.
2. Taatilah rambu lalu lintas yang ada di jalan.
3. Gunakan lampu sein anda saat menyalip, tikungan, dan ketika akan belok.
4. Fokuskan perhatian anda dalam berkendara (tidak melamun,menghayal, tidur).
5. Apabila ngantuk / lelah, istirahat di tempat yang aman.
6. Waspada pada daerah rawan kemacetan dan rawan kecelakaan lalu lintas.
7. Aturlah jarak berkendara anda, usahakan beri jarak 1 (satu) meter pada pengendara di depan anda.
8. Gunakan klakson anda seperlunya.
9. Nyalakan lampu depan motor anda.
10. Gunakan rem depan dan rem belakang seperlunya.
11. Hormati dan Hargailah pengendara lain di jalan (tidak ugal-ugalan dan tidak merasa jalan raya milik sendiri).
12. Tidak mengendarai sepeda motor lebih dari dua orang.
13. Beri kesempatan pada penyeberang jalan.
14. Bila menggunakan sepeda motor jangan menyertakan balita.
15. Berhentilah di belakang garis putih, jika lampu merah menyala



Manfaat helm yang memenuhi standar :
1. Melindungi kepala dari benturan saat terjadi kecelakaan lalu lintas.
2. Membantu konsentrasi berkendaraan.
3. Melindungi mata dari debu dan kotoran.
4. Mengurangi resiko fatal akibat kecelakaan lalu lintas.

Tata cara berlalu lintas :
1. Pasal 51 PP 43/1993
Tata cara berlalu lintas di jalan adalah mengambil jalur sebelah kiri.
2. Pasal 58 PP 43/1993
Pada jalan tanjakan atau menurun yang tidak memungkinkan bagi kendaraan untuk saling berpapasan, pengemudi kendaraan yang arahnya turun harus memberi kesempatan kepada kendaraan menanjak.
3. Pasal 59 PP 43/1993
(1) Pengemudi yang akan membelok atau berbalik arah, harus mengamati situasi dan wajib memberikan isyarat.

(2) Pengemudi yang akan berpindah jalur atau bergerak kesamping harus mengamati situasi lalu lintas.

(3) Pengemudi dapat langsung belok kiri pada setiap persimpangan jalan kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu.

Penyebab utama Kecelakaan Lalu Lintas
1. Pengemudi tidak disiplin
2. Tidak terampil mengemudi
3. Tidak memelihara jarak aman
4. Kendaraan tidak laik jalan
5. Kecepatan tinggi
6. Pengemudi ngantuk
7. Pengemudi emosional
8. Ban pecah
9. Mabok miras dan atau Narkoba


PATUHI PERATURAN LALU LINTAS
TERTIB DAN LANCAR DAMBAAN KITA BERSAMA



Pesan ini di sampaikan oleh :
THUNDER 125 COMMUNITY INDONESIA

DITLANTAS POLDA METRO JAYA

No comments:

Post a Comment